You are here
Home > INFORMASI > BERITA > RAPAT KOORDINASI LINTAS SEKTOR DAN LINTAS PROGRAM TUBERCULOSIS DALAM PENGUATAN HOMECARE

RAPAT KOORDINASI LINTAS SEKTOR DAN LINTAS PROGRAM TUBERCULOSIS DALAM PENGUATAN HOMECARE

     Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru bekerjasama dengan Bappeda Kota Banjarbaru pada hari Kamis tanggal 09 Juni 2022 bertempat di Aula Rapat Lantai 3 Bappeda Kota Banjarbaru melaksanakan Rapat Koordinasi Lintas Sektor dan Lintas Program Tuberculosis Dalam Penguatan Homecare. Rapat diikuti oleh SKPD serta Organisasi terkait dan diselenggarakan dalam rangka peningkatan penemuan kasus terduga Tuberculosis di Kota Banjarbaru. Sesuai yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 Tentang Penanggulangan Tuberculosis, dimana Angka Penemuan Kasus/CDR dan SPM TB Kota Banjarbaru masih belum sesuai harapan atau di bawah target.  Dihadiri oleh SKPD serta organisasi terkait, rapat tersebut dimulai pada pukul 09.00 sampai dengan 12.30 WITA.

     Rapat Koordinasi Lintas Sektor dan Lintas Program Tuberculosis Dalam Penguatan Homecare dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Hj. Puspa Kencana, MP sebagai perwakilan Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa menjaga kesehatan terutama dengan memperhatikan sirkulasi udara dan kebersihan udara di dalam rumah sangat penting untuk mencegah penularan penyakit Tuberculosis. Rapat koordinasi tersebut menghadirkan tiga orang narasumber yang terdiri dari dr. Danny Indrawardhana,MMRS yaitu Ketua IDI Kota Banjarbaru, dr. Umi Fatma Octavia,Sp. P yaitu dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru, dan H. Edi Sampana,SKM,M.Kes yaitu Fungsional Epidemiologi Ahli Madya dari Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru. Dipandu oleh pembawa acara Dewi dari Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dan dipimpin oleh moderator dr. Budi Simanungkalit dari Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rapat Koordinasi Lintas Sektor dan Lintas Program Tuberculosis Dalam Penguatan Homecare berjalan lancar tanpa kendala.

     Metode Rapat Koordinasi Lintas Sektor dan Lintas Program Tuberculosis Dalam Penguatan Homecare menggunakan sistem panel. Materi pertama tentang Tuberculosis disampaikan oleh dr. Umi Fatma Octavia,Sp.P. Dalam paparannya, dr. Umi Fatma Octavia,Sp.P menjelaskan tentang Etiologi (asal-muasal), Perjalanan Penyakit, Dan Tatalaksana  pengobatan pasien Tuberculosis. Materi kedua tentang Peran KOPI TB/Organisasi Profesi Dalam Percepatan Eliminasi TB Tahun 2030 disampaikan oleh dr. Danny Indrawardhana,MMRS. Materi ini merupakan materi yang telah disampaikan sebelumnya oleh Dr.dr. Erlina Burhan, MSc., Sp.P(K) dalam kegiatan KOPI TB pada tanggal 24 – 25 Mei 2022. Kemudian materi ketiga tentang Upaya Komprehensif Mencapai Eliminasi TBC Tahun 2030 dan Penguatan Homecare disampaikan oleh H. Edi Sampana,SKM, M.Kes. Setelah ketiga narasumber menyampaian materi masing-masing, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ada sepuluh pertanyaan yang diajukan oleh para peserta rapat mengenai berbagai hal tentang Tuberculosis dan dijawab dengan jelas oleh para narasumber.

     Indonesia menargetkan eliminasi Tuberculosis pada tahun 2030 dan bebas Tuberculosis pada tahun 2050 dengan Strategi penanganan Tuberculosis yang dibagi dalam empat langkah yaitu Preventif, Deteksi, Pengobatan Di Layanan Primer dan Rujukan, serta Perubahan Perilaku. Keempat langkah tersebut kemudian dibuat slogan yaitu TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh TB). Selain itu pasien Tuberculosis perlu perawatan di rumah (Homecare) seperti pengawasan minum Obat Anti Tuberculosis (OAT) secara teratur,  konsultasi dan pemenuhan makanan bergizi cukup oleh ahli gizi dan Dinas Sosial, Layanan fisioterapis bila pasien mengalami masalah disabilitas (penyakit obstruksi menahun, dll). Kemudian petugas kesehatan akan melakukan kunjungan ke rumah untuk observasi/evaluasi pengobatan, jika pasien tidak mampu datang ke Puskesmas. Masyarakat juga berperan dalam masa pengobatan pasien Tuberculosis seperti mencegah terjadinya stigma dan diskriminasi terhadap pasien Tuberculosis di lingkungan masyarakat. (Tim Penyusun /Annisa CN-2022).

Leave a Reply

Top