You are here
Home > INFORMASI > BERITA > RAPAT PARIPURNA DPRD KOTA BANJARBARU

RAPAT PARIPURNA DPRD KOTA BANJARBARU


DENGAN ACARA PANDANGAN UMUM FRAKSI-FRAKSI TERHADAP PENYAMPAIAN TIGA BUAH RAPERDA KOTA BANJARBARU SEKALIGUS JAWABAN WALI KOTA TERHADAP PANDANGAN UMUM FRAKSI-FRAKSI DAN PENYAMPAIAN LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN  WALI KOTA BANJARBARU TAHUN ANGGARAN 2021


Kamis, 31 Maret 2022

Pada hari Kamis 31 Maret 2022 telah dilaksanakan Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarbaru dengan Acara Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap Penyampaian Tiga Buah Raperda Kota Banjarbaru Sekaligus Jawaban Wali Kota Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Dan Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban  Wali Kota Banjarbaru Tahun Anggaran 2021 bertempat di Ruang Rapat Graha Paripurna Lantai 3 Gedung DPRD Kota Banjarbaru. Rapat ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Banjarbaru dihadiri oleh Forkompinda, SKPD, Kepala Bagian dan Camat lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru.

Rapat Paripuran ini memiliki agenda yaitu Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap Penyampaian Tiga Buah Raperda Kota Banjarbaru Sekaligus Jawaban Wali Kota Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Dan Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Banjarbaru Tahun Anggaran 2021. Pada rapat tersebut dilakukan penyerahan dokumen LKPJ Kota Banjarbaru Tahun 2021 oleh Wali Kota Banjarbaru H.M. Aditya Mufti Arifin, SH, MH kepada Ketua DPRD Kota Banjarbaru Fadliansyah, SH, MH.

Beberapa hal yang disampaikan Wali Kota Banjarbaru terkait dokumen LKPJ Kota Banjarbaru antara lain mengenai kondisi umum, capaian indikator makro, pencapaian hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, serta berbagai penghargaan yang diperoleh oleh Pemerintah Kota Banjarbaru Tahun 2021. Secara administratif luas wilayah Kota Banjarbaru saat ini adalah 305.242 Km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 258.753 jiwa dan pertumbuhan penduduk sebesar 1,57 persen. 

Adapun capaian pembangunan kota banjarbaru tahun 2021 terlihat pada indikator makro pembangunan seperti pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Terbuka. Pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Kota Banjarbaru tumbuh positif sebesar 3,32 persen dari target yang ditetapkan sebesar 3-4 persen.  Pertumbuhan ini jauh lebih baik dari tahun 2020 dengan minus pertumbuhan sebesar 1,83 persen.  Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini utamanya masih ditopang dari sektor tersier yaitu jasa perdagangan, jasa angkutan, jasa komunikasi dan jasa keuangan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota  Banjarbaru  pada  tahun 2021 mencapai 79,10 dari target yang ditetapkan sebesar 79,20.  Indeks Pembangunan Manusia Kota Banjarbaru sampai saat ini masih tertinggi se-kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan Nasional. Tingginya IPM Kota Banjarbaru ditopang oleh keunggulan pada dimensi kesehatan dan pendidikan. Tingkat kemiskinan kota banjarbaru pada tahun 2021 mencapai 4,40 persen dari target yang ditetapkan sebesar 4,50 persen. walaupun secara agregat maupun persentase terjadi peningkatan yang juga dialami seluruh kota-kota di indonesia akibat pandemi Covid-19, pengentasan kemiskinan di Kota Banjarbaru cukup berhasil meningkatkan pendapatan kelompok penduduk miskin menjadi semakin membaik dan mendekati garis kemiskinan.  Indikasi ini terlihat dari membaiknya indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan. Tingkat pengangguran terbuka Kota Banjarbaru pada tahun 2021 mencapai 5,70 persen dari target yang ditetapkan sebesar 5,39 persen.  Tingkat pengangguran terbuka Kota Banjarbaru lebih tinggi di  atas Provinsi Kalimantan Selatan namun masih berada di bawah nasional.

Pencapaian hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru pada tahun 2021 antara lain capaian pada urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar tercapai sebesar 97,77 persen; capaian pada urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar tercapai sebesar 96,57 persen; capaian urusan pemerintahan pilihan 99,56 persen;  serta capaian  penunjang sebesar 97,32 persen.

Pada tahun 2021 kebijakan strategis Pemerintah Kota Banjarbaru selain masih berorientasi pada penanganan pandemi covid-19, juga pada beberapa masalah seperti penanganan bencana, penanganan stunting serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Kota Banjarbaru. Kebijakan strategis yang dijalankan tersebut  merupakan kebijakan yang berorientasi pada penyelesaian masalah dan isu strategis, yang kemudian dilakukan intervensi dengan kebijakan, program maupun kegiatan.   

Meskipun pada tahun 2021 masih dalam pandemic kinerja Pemerintah Kota Banjarbaru dinilai sangat baik dibuktikan dengan penghargaan yang diperoleh sepanjang tahun 2021 antara lain Dukcapil Bisa dari Kementerian Dalam Negeri, Best Figure Excellence dari Seven Media Asia, Predikat Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik dari Ombudsman RI, Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) 10 kota terbaik tingkat nasional yang diberikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Top Leader on Digital Implementation Kota Banjarbaru dari It Works, penghargaan Smart City untuk Smart Living dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, penghargaan dan sertifikasi SNI Kelas A untuk Pasar Bauntung Banjarbaru dari Kemeterian Perdagangan, Rating Transformasi Digital Indonesia sebagai kota tangguh (resilence city) untuk kota sedang dari Institut Teknologi Bandung, penghargaan atas komitmen dan kerjasama dalam mewujudkan mal pelayanan publik Kota Banjarbaru dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Kategori Madya, yang diberikan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran pemerintah daerah dalam  mewujudkan kesetaraan gender dalam pelaksanaan strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) serta berbagai penghargaan lainnya

(Tim Penyusun/Rina Setyati-April2022).

Leave a Reply

Top