You are here
Home > INFORMASI > BERITA > Ekpose Laporan Pendahuluan Penyusunan Dokumen Pengembangan Daerah Sekitar Kawasan Kota Baru Banjarbaru

Ekpose Laporan Pendahuluan Penyusunan Dokumen Pengembangan Daerah Sekitar Kawasan Kota Baru Banjarbaru

Berdasarkan nawacita presiden dan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 ada 10 wilayah terpilih yang akan dijadikan kota baru mandiri oleh pemerintah salah satunya yaitu Kota Banjarbaru. Pengembangan kota baru di Kota Banjarbaru bertema “Aero City” akan terintegrasi dengan keberadaan Bandara Syamsudin Noor yang juga menyandang sebagai bandara Internasional. Hal ini merupakan salah satu langkah untuk menata tatanan ruang sehingga tercipta suasana yang nyaman, berkelanjutan, dan memiliki fungsi sebagai titik pertemuan terintegrasi antar berbagai macam moda transportasi. Kawasan sekitar kota baru “Aero City” mulai berkembang dan mulai menampakkan ciri-ciri perkotaannya, hal ini terlihat dari kegiatan yang ada, seperti terpusatnya kegiatan perekonomian dan fasilitas umum serta sosial. Adanya ciri perkotaan menunjukkan perkembangan dari kawasan tersebut, perkembangan kawasan dapat memiliki nilai positif dan negatif. Nilai positif dari perkembangan kawasan adalah tumbuhnya kegiatan ekonomi sehingga memberikan pemasukan kepada kawasan tersebut sedangkan nilai negatif dari perkembangan kawasan dilihat dari segi geografis adalah berkembangnya kawasan secara alami dan menyebar secara acak. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan ruang karena terjadi pemborosan infrastruktur dan menurunnya kualitas alam.

Upaya perencanaan di sekitar kawasan kota baru merupakan sebuah tindakan untuk mengantisipasi terjadinya pertumbuhan ruang fisik secara alami. Pengembangan kota baru pada dasarnya adalah sebuah upaya untuk meningkatkan kemampuan lahan serta mensinergikan sarana dan prasarana yang pada akhirnya membentuk ciri perkotaan. Penelitian ini dilakukan untuk menyusun konsep pengembangan kota baru di sekitar sebagai alternatif penataan kawasan. Khususnya akibat ditetapkannya berbagai kebijakan tata ruang, yang berpotensi mengubah struktur ruang yang ada di sekitar kawasan kot baru “Aero City”. Penerapan konsep kota baru memiliki arti yang penting bagi penataan kawasan pada masa mendatang. Kawasan yang terencana dengan baik akan mengurangi terjadinya permasalahan ruang pada masa mendatang dan menciptakan keselarasan dengan lingkungan alami.

Bappeda Kota Banjarbaru Melalui Bidang Fisik Prasarana bekerjasama dengan PT. Kinarya Alam Raya talah melaksanakan Ekspose Laporan Pendahuluan Penyusunan Dokumen Pengembangan Kawasan di Sekitar Kota Baru Banjarbaru pada tanggal 25 Juni tahun 2019, yang bertempat di Aula Rapat Lantai III Bappeda Kota Banjarbaru.

Ekspose tersebut dibuka oleh Sekretaris Bappeda Kota Banjarbaru Ibu Tri Wijayanti, S.Hut., MT. dan dihadairi oleh Perwakilan SKPD teknis antara lain Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang Kota Banjarbaru, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian, Pihak Kelurahan dan Kecamatan di Lingkup Lokasi Perencanaan, Para Kepala Bidang Lingkup Bappeda Kota Banjarbaru serta Perwakilan dairi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Banjar.

Maksud diadakannya Penyusunan Dokumen Pengembangan Daerah Sekitar Kota Baru Banjarbaru adalah untuk menyusun konsep penataan lingkungan yang terintegrasi dengan keberadaan kawasan Kota Baruu Banjarbaru “Aero City”.  Sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengatur pemanfaatan ruang, termasuk intensitas lahan dan bangunan, tata massa bangunan serta persyaratan minimum suatu kawasan dalam mendukung keberadaan kota baru “Aero City”.

Beberapa hal yang menjadi masukan untuk penyusunan Dokumen Pengembangan Daerah Sekitar Kota Baru Banjarbaru bagi Konsultan Penyusun antara lain:

  1. Isu Strategis Rencana Pengembangan di Sekitar Wilayah Perencanaan.
  2. Pengumpulan Data-Data Eksisting, Kebijakan Daerah dan Pusat, serta Perencanaan yang telah disusun oleh SKPD dilingkup Kota Banjarbaru ditingkat Provinsi dan Nasional.
  3. Rencana Pelaksanaan Kegiatan.

Leave a Reply

Top