You are here
Home > INFORMASI > BERITA > Pemerintah Konsisten Terapkan Prinsip Equal Employment Opportunity dalam

Pemerintah Konsisten Terapkan Prinsip Equal Employment Opportunity dalam

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menandatangai Nota Kesepahaman tentang Optimalisasi Penerapan Kesempatan dan Perlakuan yang Sama Tanpa Diskriminasi dalam Pekerjaan bersama Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, serta Kementerian Dalam Negeri pada Rabu (27/08) di Hotel Kartika Chandra Jakarta.

Hadir dalam kesempatan ini, Menteri Tenagar Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar M.Si; Deputi Bidang Kemisikinan, Ketenagakerjaan dan Usaha Kecil dan Menengah Bappenas, Dra. Rahma Iryanti, MT; Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Irianto Simbolon, MM; Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Prof. Dr. H. Djohermansyah Djohan, MA; dan Deputi Bidang Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dr. Sulikanti Agusni, M.SC. Selain itu, hadir pula Perwakilan dari International Labor Organization (ILO).

Saat membacakan sambutan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana, Dra. Rahma Iryanti menyatakan bahwa Nota Kesepahaman Bersama ini merupakan tonggak penting untuk memastikan upaya Pemerintah dalam menerapkan prinsip equal employment opportunity atau EEO menjadi lebih efektif dan berdampak luas guna meningkatkan peran seluruh penduduk usia kerja, terutama perempuan, dalam perekonomian nasional.

“Nota Kesepahaman Bersama ini menjadi salah satu bukti bahwa Pemerintah Indonesia telah secara konsisten memberikan prioritas tinggi untuk melaksanakan prinsip kesempatan dan perlakuan yang sama dalam pekerjaan,” katanya.

Dra. Rahma Iryanti menambahkan, penerapan prinsip EEO memiliki landasan kuat yaitu Konvensi ILO Nomor 100 tentang Pengupahan Sama Bagi Buruh Laki-laki dan Perempuan untuk Pekerjaan yang Sama dan No. 111 tentang Diskriminasi Dalam Pekerjaan dan Jabatan yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia.

“Prinsip EEO merupakan prinsip yang bertujuan untuk mewujudkan tempat kerja yang bebas dari segala bentuk diskriminasi. Semua pihak yang terlibat dalam pekerjaan, baik pemberi kerja maupun pekerja, harus diberi kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya secara penuh, tanpa melihat ras, warna kulit, jenis kelamin, agama/kepercayaan, politik, status sosial, dan usia,” jelasnya.

Dra. Rahma Iryanti menuturkan bah­wa kesenjangan antara keterlibatan laki-laki dan perempuan dalam pasar kerja masih terjadi sampai saat ini. Data menunjukkan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, komposisi tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) laki-laki dan perempuan cenderung tetap, yaitu laki-laki 84% dan perempuan hanya 50%. “Dalam sepuluh tahun ke depan, diperkirakan kecenderungan angka TPAK ini akan tetap sama,”ujarnya.

Melihat kondisi ini, lanjut Dra. Rahma Iryanti, kita masih memiliki peluang untuk meningkatkan TPAK perempuan. “Dengan aktif masuk ke pasar kerja, perempuan berpotensi untuk dapat lebih memberikan sumbangsih kepada pembangunan perekonomian dan sekaligus secara pribadi perempuan lebih mendapat kebebasan finansial. Di sisi lain, perempuan yang aktif di pasar kerja dapat turut menekan tingkat fertilitas, menaikkan usia menikah, dan mengurangi preferensi jenis kelamin anak yang dilahirkan,” pungkasnya. (*)
320

Sumber : Bappenas.Go.Id

Leave a Reply

Top